TERIMA KASIH

Gambar Pumpy

Hasil karya yang terkasih ketika jenuh atau bosan dengan rutinitasnya

Tidak ada dari kita yang tidak mengenal kata yang menjadi judul dari postingan ini. Kata “terima kasih” selalu kita ucapkan setiap kali kita dibantu orang lain dalam bentuk apapun. “Terima kasih” adalah kata paling mudah dan sederhana untuk mengapresiasi apa yang sudah orang lain korbankan untuk kita. Berkorban? Tentu saja. Seorang anak muda yang membantu nenek-nenek untuk menyeberang jalan, mengorbankan waktunya. Seorang ibu yang membelikan makan untuk pengemis mengorbankan sebagian hartanya.

Kita hidup tentu tidak sendiri. Senantiasa ada keluarga baik dekat maupun jauh yang selalu membantu. Namun, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya hendak menuliskan rasa terima kasih kepada salah seorang yang terpenting dalam hidup saya. Dia adalah istri saya. Seseorang dibalik layar kesuksesan yang saya raih. Seseorang dibalik ketegaran dan tiang yang membuat saya berdiri tegak. Seseorang yang mampu menerima saya apa adanya, bahkan ketika saya sedang dirundung masalah.

Semua berawal 5 tahun silam, ketika saya memutuskan untuk menikah dengannya. Sungguh keputusan yang tidak mudah, ditengah desakan keluarga agar segera menikah. Namun, bukan karena itu saya menikah namun lebih karena doa saya dikabulkan. Doa agar saya dipertemukan dengannya pada saat yang tepat. Seorang gadis biasa, dengan logat jawa dan pipi yang “chubby chubby”. Akhir Desember 2010 adalah tanggal dimana akad nikah itu dilaksanakan. Tanggal dimana saya tidak bisa lagi melanglangbuana sebagai bujangan. Kini saya bertanggungjawab atas putri seseorang. Hal tersebut saya jalani sembari belajar dan terus belajar menjadi seseorang yang lebih baik untuknya.

Saya harus berterima kasih padanya untuk semua doa baiknya bagi saya. Terima kasih untuk semua kesabaran yang ditahannya selama 4 tahun menanti saya di Prancis. Terima kasih untuk semua pengorbanan agar kita tidak hanya berstatus menikah namun juga menjadi keluarga yang sesungguhnya. Terima kasih untuk tetap bisa sabar ketika lalu lintas Bogor menggila. Terima kasih untuk kesabaran setiap saat tugas negara memanggil. Terima kasih untuk setiap makan siang yang engkau buatkan setiap pagi. Terima kasih untuk setiap teh hangat pada pagi dan sore hari. Terima kasih masih bisa sabar ketika engkau sakit. Terima kasih untuk setiap nasihat dan peringatan baik yang engkau ucapkan. Terima kasih telah menemani hidup saya selama ini.

Tulisan ini saya buat sebagai salah satu bentuk penghargaan untuknya di hari ulang tahunnya. Seorang kawan pernah berujar bahwa sebagai suami, salah satu kewajibannya adalah memuliakan istri. Semoga saya bisa menjadi suami seperti itu. Semoga dia senantiasa diberikan kesehatan, rezeki yang berkah serta selalu bahagia. Saya tahu apa yang akan dia ucapkan ketika postingan ini muncul di timeline, “Jadi gitu..”. Ah, memang dia sungguh adorable.

“Happy is the man who finds a true friend, and far happier is he who finds that true friend in his wife – Franz Schubert.”

Riza-Arief Putranto, 10 November 2015.

6 thoughts on “TERIMA KASIH

  1. Mas, aku bukan istrimu tapi aku melting :)) Everlasting yak mas, mbak! Selalu menjadi inspirasiku ni! Dan selamat ulang tahun Mbak Ita!😀
    Semoga bisa mengikuti jejakmu.. sudah tobat ni aku :))

    • Makasih Sanka, meltingnya jangan lama-lama nanti jatuh ke selokan hehe. Amiin untuk doanya, amiin juga untuk semangatnya mengejar cita-cita. Pasti akan jadi yang terbaik nanti🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s