SEMUA ORANG BISA MENJADI PAHLAWAN

ddc3a688-03b5-4dd6-9a08-78af32de84b6

Sejak kecil, saya termasuk anak yang penyendiri. Kedua adik saya pada bermain di luar bersama teman-temannya, saya lebih suka mojok di kamar atau sudut ruangan dan berimajinasi. Saya sampai dibelikan meja kecil berwarna merah dengan sebuah kursi kecil oleh ayah agar saya memiliki tempat untuk berimajinasi. Pernah suatu ketika, keluarga berkumpul di sebuah reuni besar . Semua saudara dan sepupu yang tentu saja masih kecil datang dengan pakaian kemeja dan celana seperti layaknya anak kecil pada umumnya. Saya datang dengan pakaian yang sama hanya dilengkapi dengan sebuah pedang plastik (repika dari sebuah film kartun berjudul He-Man) yang saya sisipkan di celana panjang saya. Atau pernah suatu ketika dalam acara yang serupa, saya hadir dengan topeng Batman yang tidak mau saya lepas seharian. Kecintaan saya terhadap hal-hal berbau kartun dan komik superhero membawa saya berlangganan komik DC dan Marvel hingga saya menginjak usia SMU. Superhero favorit saya tidak berubah dari dulu adalah The Batman sedangkan peran antagonis yang paling saya sukai adalah The Joker.

Pada masa sekarang ini, film-film Hollywood kembali menghidupkan segala jenis superhero tersebut pada layar lebar. Bahkan beberapa film-film garapan Marvel dan DC Comics tersebut masuk jajaran All Time Box Office. Boleh saya ambil contoh The Dark Knight, The Dark Knight Rises hingga yang terakhir menjadi favorit ABG adalah Suicide Squad. Malahan, bagi mereka yang menyukai film-film superhero ini menjadi bingung ketika satu film disusul oleh film lain menceritakan background yang hampir sama dengan superhero yang berbeda.

  1. Seperti hancurnya kota Chicago oleh Decepticons pada Transformers Dark of The Moons atau kemudian remuknya kota Metropolis dan Gotham oleh Superman ketika meladeni General Zod. Lalu ada serbuan ke Coast City oleh Paralax yang ditangani oleh Hal Jordan ketika menjadi Green Lantern Corps. Kenapa Thor dengan kemampuan dewa-nya tidak menghalangi Paralax? Bukankah kata Thor dari Asgaard dia menguasai 9 realm? Apa dia tidak bekerja sama dengan The Green Lantern Corps yang dipimpin oleh Sinestro.
  2. Bagaimana audiens harus membayangkan kenapa Deadpool bertemu dengan Negasonic dan Colossus. Dimanakah Profesor X berada? Atau Magneto? Atau si tidak bisa mati Wolverine?
  3. Belum lagi akhir-akhir ini Superman malah tewas dan Bruce Wayne (Batman) akan mendirikan Justice League yang berisi 52 superhero (beberapa diantaranya sudah muncul yaitu: Wonder Woman, The Flash dan Hawkman). Audiens juga masih dipusingkan dengan logika kenapa ketika bumi diserang Doomsday di Batman v Superman, The Avengers (Captain America, Iron Man, Black Panther, The Black Widow, Hawkeye, The Hulk, Ant Man, Thor, dan lain-lain) tidak datang menolong?
  4. Pertanyaan baru-baru ini adalah : Kenapa orang-orang gila bisa menjadi superhero di Suicide Squad?

Dunia sangat sibuk menampung para superhero ini hingga kita semua terlarut dan dibuat pusing dengan setiap superhero yang muncul. Jawaban dari semua pertanyaan diatas secara sederhana adalah semua orang adalah pahlawan. Hal Jordan tidak dibantu Thor ketika berhadapan dengan Paralax, karena Hal Jordan (Green Lantern) sedang menjadi pahlawan untuk menyelamatkan Coast City. X-Men membujuk Deadpool untuk bergabung karena mereka membutuhkan setiap orang dengan kapasitas bagus untuk bisa membuat perubahan. Superman tewas untuk memberi tempat bagi Justice League menyelamatkan dunia. The Avengers tidak membantu Justice League karena mereka percaya memiliki tugas kepahlawanan sendiri. Untuk pertanyaan terakhir, siapapun bisa menjadi pahlawan.

Kita pun bisa. Kita adalah pahlawan dan superhero di tempat kita berada. Kita tidak perlu memusingkan diri dengan menunggu orang lain menjadi pahlawan. Kapan terakhir kali kita menolong seorang nenek menyeberang jalan? Kapan terakhir kali kita membantu mengembalikan barang terjatuh milik orang lain?  Teman-teman seangkatan saya saat ini sebagian besar sudah berada pada posisi mapan, memiliki jabatan dan sebagainya. Saya dan mereka bukan lagi anak kecil kemarin sore yang bermain pedang-pedangan atau pistol-pistolan di kebun. Tentu saja kemampuan menjadi pahlawan sudah tinggi. Buatlah kebijakan yang baik jika bekerja di level pemerintahan. Sejahterakan karyawan jika bekerja di perusahaan swasta. Ajarkanlah ilmu yang sangat baik kepada adik-adik mahasiswa jika bekerja sebagai dosen. Ciptakanlah inovasi-inovasi yang berguna untuk negeri jika bekerja sebagai peneliti. Sepertinya sudah saatnya untuk semua orang untuk menjadi pahlawan. Maukah kita?

“With great power comes great responsibility” –  Stan Lee, 2002

Sumber gambar: http://cdn.playbuzz.com/

Riza-Arief Putranto, 13 Agustus 2016.

2 thoughts on “SEMUA ORANG BISA MENJADI PAHLAWAN

    • Thanks Anre Widjaja atas agreement-nya. Meskipun kecil, hal baik akan selalu berimbas besar pada orang lain🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s